Rupiah Makin Babak Belur
Kamis, 28 November 2013 | 19:16 WIB
Metrotvnews.com, Jakarta: Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat akhirnya menyentuh level Rp12.000 yang merupakan tertinggi sejak April 2009. Kondisi tersebut diyakini membuat banyak sektor perekonomian nasional mengalami gangguan.
Seperti dilansir situs Bloomberg, Kamis (28/11), Rupiah sudah bertengger di level Rp12.018/USD, melemah 1,11 persen atau mengalami koreksi 132 poin. Bahkan, sebelumnya Rupiah sempat diperdagangkan di level Rp12.025/USD.
Menyikapi keterpurukan Rupiah jelang akhir tahun ini, Pengamat Ekonomi Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan jika pelemahan Rupiah yang sudah menyentuh Rp12.000/USD akan berdampak langsung pada perekonomian nasional. Salah satunya sektor yang dipastikan terkena hantaman pelemahan Rupiah adalah sektor impor barang dan jasa.
"Ini jelas akan semakin membuat para importir dalam negeri ketar ketir. Pemerintah dan Bank Indonesia harus segera membuat kebijakan yang tepat. Nilai tukar rupiah seharusnya dijaga agar tidak jauh dari nilai fundamentalnya," tegas Purbaya.
Berbagai kebijakan sudah dikeluarkan oleh pemerintah untuk menyelamatkan nilai tukar Rupiah terhadap penguatan mata uang asing, khususnya Dolar AS. Namun, upaya tersebut dinilai banyak pihak telah gagal karena sifat dari kebijakan adalah jangka panjang.
Padahal, yang dibutuhkan pasar dan para pelaku usaha saat ini adalah kebijakan jangka pendek dari pemerintah untuk menstabilkan kondisi perekonomian nasional yang sudah berantakan
"Saat ini kita belum butuh kebijakan yang sifatnya jangka panjang. Namun kebijakan jangka pendek yang harus dikeluarkan oleh pemerintah dan Bank Indonesia," pungkas dia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar