Ketua KPK: Politik Indonesia merdeka, ekonominya terjajah
Reporter : Muhammad Sholeh
Sabtu, 7 September 2013 14:42:00
Abraham mengatakan, mestinya Indonesia dengan potensi sumber daya alam besar bisa sejajar dengan negara lain. Tetapi menurut dia, produktivitas masyarakat masih lemah dan dikhawatirkan tak mampu bersaing dalam persaingan global.
"Kita merdeka secara politik tapi terjajah secara ekonomi. Kita disegani sebagai negara kuat, betul kuat, kuat dalam anarkisme tapi lemah dalam menghadapi tantangan global," kata Abraham dalam pidato di depan peserta Rakernas PDI-Perjuangan, di Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (7/9).
Menurut Abraham, meski selalu dibongkar, makin hari praktik korupsi malah merajalela. Modusnya pun selalu berubah. Mulai dari rasuah penerimaan non pajak, pajak, pengadaan barang dan jasa pemerintah, dana bantuan sosial, Anggaran Pendapatan Belanja Daerah, Anggaran Pendapatan Belanja Negara, serta dana konsentrasi.
Abraham memaparkan, mestinya Indonesia malu lantaran potensi alamnya melimpah. Dia mencontohkan, hasil tambang serta minyak dan gas melimpah di Papua, Kalimantan, Jawa, Sumatera, tapi tetap saja seperti tidak memberi manfaat kepada rakyat.
"Apa yang terjadi? Kita masih dalam posisi negara termiskin di dunia. Angka kemiskinan di Indonesia 29 juta orang lebih. Jumlah ini sama besarnya dengan penduduk Malaysia," lanjut Abraham.
Abraham mengatakan, makin miris ketika fakta jumlah pengangguran di Indonesia menembus 7,6 juta orang. Apalagi ditambah, lanjut dia, utang luar negeri mencapai Rp 1,937 triliun berikut bunganya.
"Kayaknya bayi yang baru lahir di Indonesia harus menanggung bunga utang," ujar Abraham.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar