Pages

Sabtu, 03 Agustus 2013

SBY Nyatakan 3 Tanda Krisis Ekonomi Indonesia



Berbicara pada acara berbuka puasa bersama di Kementerian Perindustrian Sabtu (3/8), Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan bahwa kita harus menerima kenyataan bahwa kita menghadapi krisis ekonomi. "Itu ditandai dengan perlambatan pertumbuhan ekonomi, lemahnya rupiah, dan membengkaknya defisit," kata Presiden.

Dalam acara berbuka puasa bersama di Kementerian Perindustrian Sabtu (3/8), Presiden mengatakan bahwa kita harus menerima kenyataan bahwa kita menghadapi krisis ekonomi. "Itu ditandai dengan perlambatan pertumbuhan ekonomi, lemahnya rupiah, membengkaknya defisit," kata Presiden.

Dalam situasi seperti ini yang harus dijaga adalah tingkat pengangguran. Jangan sampai terjadi pemutusan hubungan kerja secara besar-besaran karena akan semakin memberatkan perekonomian.

SBY kemudian meminta para pengusaha untuk menghindarkan pemutusan hubungan kerja (PHK). Dalam situasi krisis ekonomi dunia sekarang ini yang harus terus diupayakan adalah "job security" dan "job creation".

Menurut Presiden, ketika PHK terjadi, maka yang terganggu adalah pendapatan keluarga. Kalau pendapatan keluarga menurun, maka daya belinya menurun dan itu akan mempengaruhi penerimaan perusahaan. Apabila perusahaan pendapatannya terganggu, maka PHK lebih besar terpaksa dilakukan.

"Oleh karena itu, marilah pemerintah dan dunia usaha bersama-sama berupaya untuk menghindarkan terjadinya PHK. Kita harus belajar dari pengalaman Eropa dan Timur Tengah," kata Presiden.

Pelantikan Pengurus HMJ IE FE UR Periode 2013/2014

Pelantikan Pengurus HMJ IE FE UR Periode 2013/2014